Monday, May 25, 2015

Kehidupan di Jerman


Meski dilahirkan di Naila, Jerman, tempat ibuku dulu bekerja, aku lebih banyak menghabiskan masa kecilku  di Duisburg. Duisburg merupakan kota terbesar kelima di Nordhein-Westfalen. Dengan pelabuhan terbesar di Eropa, Duisburg memegang peranan penting sebagai kawasan perdagangan dan industri. (Penasaran tentang Duisburg? Baca profil singkatnya di sini). 

Sepanjang tinggal di Duisburg, aku merasa sangat bahagia. Aku memiliki orangtua yang perhatian, sahabat-sahabat yang asyik, lingkungan tempat tinggal yang aman, dan sekolah yang menyenangkan. Usia 3 tahun, orangtuaku memasukkan aku ke dalam Deutsche Lebens-Rettungs-Gessellschaft (DLRG), sebuah organisasi nirlaba yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia di air. Kami secara rutin latihan renang. Usia 4 tahun aku telah bergabung di kelompok besar. Kelompok ini menjalani training di kolam sedalam 3 meter. Aku belajar renang jarak jauh, renang dengan kaki dijepit, melompat bebas dari ketinggian, dan masih banyak lagi. Setiap menuntaskan satu keahlian, aku mendapatkan satu emblem yang dijahitkan pada baju renangku. Kakakku, Rosidah, dulu punya banyak emblem. Dia telah mengikuti berbagai kejuaraan sampai tingkat wilayah. Dia seorang juara renang DLRG sejati, selain kapten sepakbola putri di sekolahnya. (Baca soal sejarah dan fungsi DLRG di sini)

Aku sendiri pun ikut bernyanyi, bermain musik, drama, dan menari di TK. Pada waktu perpisahan, aku termasuk ke dalam barisan anak yang diminta memandu teman-teman lain dalam menari dan menyanyi dari atas panggung. Hatiku bangga sekaligus senang sekali. Aku yakin orangtuaku juga merasakan hal yang sama.  

Setiap liburan, kami rajin jalan-jalan ke beragam negara, mulai dari Inggris sampai Yugoslavia. Kebiasaan ini tetap melekat sampai sekarang. Aku masih suka jalan-jalan. Suka melihat kehidupan lain yang unik di sekitarku sambil berharap belajar sesuatu yang baru. 



No comments:

Post a Comment