Meski dilahirkan di Naila, Jerman, tempat ibuku dulu bekerja, aku lebih
banyak menghabiskan masa kecilku di Duisburg. Duisburg merupakan
kota terbesar kelima di Nordhein-Westfalen. Dengan pelabuhan terbesar di Eropa,
Duisburg memegang peranan penting sebagai kawasan perdagangan dan industri.
(Penasaran tentang Duisburg? Baca profil singkatnya di sini).
Sepanjang
tinggal di Duisburg, aku merasa sangat bahagia. Aku memiliki orangtua yang
perhatian, sahabat-sahabat yang asyik, lingkungan tempat tinggal yang aman, dan
sekolah yang menyenangkan. Usia 3 tahun, orangtuaku memasukkan aku ke dalam
Deutsche Lebens-Rettungs-Gessellschaft (DLRG), sebuah organisasi nirlaba yang
berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia di air. Kami secara rutin latihan
renang. Usia 4 tahun aku telah bergabung di kelompok besar. Kelompok ini
menjalani training di kolam sedalam 3 meter. Aku belajar renang jarak jauh,
renang dengan kaki dijepit, melompat bebas dari ketinggian, dan masih banyak lagi.
Setiap menuntaskan satu keahlian, aku mendapatkan satu emblem yang dijahitkan
pada baju renangku. Kakakku, Rosidah, dulu punya banyak emblem. Dia telah
mengikuti berbagai kejuaraan sampai tingkat wilayah. Dia seorang juara renang
DLRG sejati, selain kapten sepakbola putri di sekolahnya. (Baca soal sejarah
dan fungsi DLRG di sini)
Aku sendiri
pun ikut bernyanyi, bermain musik, drama, dan menari di TK. Pada waktu
perpisahan, aku termasuk ke dalam barisan anak yang diminta memandu teman-teman
lain dalam menari dan menyanyi dari atas panggung. Hatiku bangga sekaligus
senang sekali. Aku yakin orangtuaku juga merasakan hal yang sama.
Setiap
liburan, kami rajin jalan-jalan ke beragam negara, mulai dari Inggris sampai
Yugoslavia. Kebiasaan ini tetap melekat sampai sekarang. Aku masih suka
jalan-jalan. Suka melihat kehidupan lain yang unik di sekitarku sambil berharap
belajar sesuatu yang baru.
No comments:
Post a Comment